Penyebab, Gejala Umum Pubertas Dini, dan Penanganannya

Masa pubertas adalah masa peralihan dari masa anak-anak ke remaja yang ditandai dengan berbagai perubahan fisik dan psikis anak. Meskipun pertumbuhan adalah hal yang baik bagi anak-anak, namun pubertas yang terjadi terlalu cepat atau dini justru menjadi suatu hal yang tidak wajar. Pubertas dini ini adalah suatu pertanda dari adanya masalah kesehatan yang bisa dialami anak dan berdampak pada kesehatannya.

Kondisi ini ditandai dengan berbagai macam gejala umum pubertas dini yang sama dengan yang dialami anak saat mengalami pubertas. Akan tetapi, mengalami masa pubertas dalam usia yang belum sewajarnya ini harus diwaspadai. Sebagai orang tua, Anda perlu memahami apa saja penyebab dan gejala yang bisa dialami. Jika memang anak sudah mengalaminya, maka segera ditangani secara medis sesuai dengan anjuran dokter yang mengetahui efeknya dalam hal kesehatan.

Penyebab Pubertas Dini

Setiap hal pasti ada pemicu atau penyebabnya. Sebelum mengenali bagaimana gejala umum pubertas dini pada anak, Anda perlu mengetahui apa saja penyebab terjadinya pubertas yang lebih dini pada anak. Pubertas pada anak-anak disebabkan oleh produksi hormon gonadotropin (GnRH).

Hormon tersebut diproduksi oleh otak dan berfungsi merangsang kerja organ reproduksi anak. Pada perempuan, hormon GnRH ini mampu merangsang ovarium atau indung telur untuk memproduksi hormone estrogen. Sementara pada anak laki-laki, hormone tersebut merangsang testis untuk memproduksi hormon testosteron. Jadi, anak yang mengalami pubertas lebih dini ini diakibatkan aktivitas hormon reproduksi yang lebih dini pula.

Kedua jenis hormon reproduksi tersebut, baik hormon estrogen, maupun testosteron, sama-sama berperan penting pada masa pubertas anak. Akan tetapi, akan menjadi persoalan ketika aktivitasnya melebihi usia yang sewajarnya. Akibatnya, anak bisa mengalami pubertas lebih dini.

Dikutip dari honestdocs.id, hal lain yang menyebabkan pubertas lebih dini adalah anak yang mengalami obesitas. Indeks Massa Tubuh (IMT) yang tinggi tentu saja memicu produksi hormon leptin yang memicu pubertas dini. Kondisi stres juga sangat berkaitan dengan risiko pubertas dini. Pola makan yang tidak sehat juga berpengaruh memicu obesitas dan mengaktifkan hormon reproduksi lebih cepat. Keterkaitan dengan penyakit tertentu juga memicu pubertas lebih dini.

Gejala Umum Pubertas Dini

Setelah memahami apa itu kondisi pubertas dini dan berbagai macam penyebabnya, Anda harus mengetahui secara detail mengenai gejala umum pubertas dini. Tanda atau gejalanya memang berbeda antara anak perempuan dan anak laki-laki. Gejalanya memang sama dengan anak yang mengalami masa pubertas pada normalnya.

Pada anak laki-laki, massa otot jadi lebih besar dari sebelumnya dan tumbuh rambut di area kemaluan dan ketiak. Suara juga jadi lebih berat dari sebelumnya dan tumbuh kumis atau jambang. Testis, penis, dan skrotum jadi lebih besar ukurannya. Pada masa pubertas dini ini juga menimbulkan persoalan bau badan dan timbul jerawat.

Pada anak perempuan, gejala umum pubertas dini adalah area payudara mengalami pembesaran. Tumbuh pula rambut di area kemaluan dan ketiak. Anak perempuan juga mengalami menstruasi dan muncul persoalan jewarat serta bau badan.

Metode Penanganan Pubertas Dini

Jika anak mengalami persoalan pubertas dini tersebut, maka Anda harus segera membawanya untuk periksa ke dokter. Terdapat rangkaian tes yang akan dilakukan dokter untuk mengetahui kondisi anak secara medis. Setelah dipastikan bahwa anak memang mengalami masa pubertas dini, maka dilakukan berbagai pengobatan, di antaranya adalah pemberian suntikan leupolide yang membantu menghambat proses pubertas berikutnya. Dokter juga akan memberikan obat yang diperlukan anak dengan dosis yang sudah diukur.

Penanganan sesuai dengan penyebab pubertas dini juga perlu dilakukan karena sangat efektif untuk mengontrol agar kondisi anak menjadi lebih baik. Penanganan ini adalah pemilihan jenis makanan yang baik dan olahraga yang rutin. Pemberian pemahaman pada anak mengenai kondisi organ reproduksinya juga dianjurkan.